Kamis, 17 Desember 2015

Tips Penting Sebelum Anda mengajukan Pinjam Uang di tempat peminjaman uang

Kunjer.com - Untuk mendapatkan pinjaman tanpa agunan caranya semakin gampang. Baik itu pinjam dari bank atau orang. Anda cukup memiliki jaminan dan kemampuan dalam membayar pinjaman tersebut setiap bulannya. 

pinjaman tanpa agunan
Pinjaman Tanpa Agunan
Namun, dalam melakukan pinjaman uang tunai, Anda juga dituntut mampu mempertimbangkan banyak hal sebelumnya. Pertimbangan ini untuk mengurangi resiko-resiko yang tidak Anda harapkan akibat melakukan pinjaman tersebut.
  1. Pentingnya mempertimbangakn tujuan dalam meminjam uang. Dalam berutang ada dua macam, utang yang baik atau produktif dan sebaliknya, buruk atau tidak produktif. Utang produktif misalnya utang yang Anda tujukan untuk keperluan usaha dimana walaupun Anda berhutang, uang tersebut jelas Anda gunakan untuk menghasilkan uang yang tentunya bisa menutup kembali hutang yang Anda pinjam tersebut. Tidak merugikan selama Anda jelas usahanya. Sedangkan untuk utang buruk atau tidak produktif adalah utang yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kondisi keuangan kurang baik dan digunakan untuk membayar cicilan  kembali. Namun, untuk KPR misalnya, walaupun Anda meminjam untuk bayar cicilan ruamh tersebut, utang bisa jadi produktif ketika Anda menjadikan property tersebut sebagai bagian dari bisnis Anda. Misalnya menyewakannya. Disinilah pentingnya Anda berkonsultasi dengan pihak bank agar mereka tidak memberikan jumlah pinjaman sepenuhnya seperti yang Anda ajukan tanpa mereka tahu permasalah keuangan Anda. Anda bisa meminta pendapat mereka mengenai jumlah pinjaman yang tepat untuk kemampuan bayar per bulan sekian persen dari penghasilan Anda. Bisa juga dengan menggunakan jasa konsultan agar semakin rinci lagi termasuk dalam perhitungan pengeluaran Anda lainnya yang akan berpengaruh pada kemampuan pembayaran cicilan kepada bank tersebut.
  2. Dalam mempertimbangkan pinjaman, Anda juga harus memepertimbangkan sumber uang yang akan Anda gunakan untuk membayar cicilan tersebut. Jangan sampai Anda bingung pada saat mengembalikan uang tersebut serta semakin berat dengan bunganya. Sehingga, membuat Anda meminjam dari pihak lain untuk membayar utang tersebut. Jika seperti ini, hutang Anda tidak akan pernah lunas. Jadi, sebelum meminjam pertimbangkan jumlah cicilan per bulan berikut bunganya dengan memperhatikan jumlah pendapatan Anda dari berbagai penghasilan setelah dipotong cicilan-cicilan lainnya jika ada. Seperti cicilan kendaraan, kartu kredit, dan kebutuhan rumah tangga termasuk bayar tagihan listrik, telepon, dan air.
  3. Jika meminjam pinjaman tanpa agunan di bank, sudah jelas jika pembayaran dicicil setiap bulan. Namun, jika Anda meminjam di selain bank penting mempertimbangkan karakter atau jenis pinjaman ini. Karena, bisa saja jenis pinjaman yang Anda pilih merupakan jenis pinjaman yang dalam pembayarannya harus lunas langsung, sekaligus.
  4. Oleh karena itu, penting bagi Anda mempertimbangkan sumber hutang tersebut. Sumber hutang berpengaruh pada jumlah pinjaman, bunga, administrasi proses dalam pinjaman tersebut, ketentuan cicilan atau pembayarannya, serta jangka waktu yang ditetapkannya.
  5. Jika Anda meminjam di bank, Anda akan menemukan fasilitas kredit atau pinjaman tanpa agunan. Namun, kredit ini ada persyaratan khususnya. Jika Anda tidak bisa menggunakan fasilitas ini dan harus menggunakan kredit dengan jaminan, jaminan yang bisa Anda gunakan untuk kredit bank antara lain sertifikat rumah, tanah, atau kendaraan Anda. Jenis jaminan setiap sumber utang berbeda-beda. Bahkan, ada jenis pinjaman yang jaminannya berbagai barang eletronik di rumah Anda.  
  6. Meminjam uang dimanapun pasti ada resikonya. Resiko ini harus Anda pertimbangkan. Salah satunya resiko kematian dimana hutang pinjaman Anda yang akan diwariskan kepada yang masih hidup jika suatu saat Anda meninggal. Hal ini tentu bisa membebankan kepada yang masih hidup. Oleh karena itu, ada baiknya Anda ikut asurasi jiwa atau menyiapkan dana darurat jika hutang-hutang tersebut takut tidak bisa segera Anda lunasi. Anda juga harus tahu jika resiko penurunan asset selalu terjadi. Khususnya untuk property yang Anda beli dengan cicilan tersebut. Bisa saja Anda membeli mahal dan ketika dijual harganya jatuh.

Bagaimana Cara Ajukan Pinjaman Ke Bank?
Bank merupakan tempat paling aman bagi Anda dalam meminjam uang. Berbagai pertmbangan di atas mudah Anda lakukan jika meminjam di tempat yang sudah jelas dan memfasilitasi masyarakat yang sesuai dengan kemampuannya ini. Anda bisa mengajukan berbagai jenis pinjaman ke bank untuk memenuhi kebutuhan keuangan yang bersifat darurat. Selain itu, bank juga memfasilitasi pinjaman untuk modal usaha Anda.  Meminjam ke bank tidak sesulit yang Anda bayangkan asal Anda mengajukan dengan benar dan melengkapi semua persyaratan yang dimintanya.
  1. Diantara banyaknya persyaratan yang harus lengkap adalah dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan data diri Anda. Misalnya KTP, akta nikah, kartu keluarga, slip gaji, buku tabungan, dan sertifikat yang Anda jaminkan. Meskipun yang diminta nanti fotocopynya, untuk berjaga-jaga siapkan juga aslinya. Susun rapi semua dokumen yang wajib terlampir ini agar memudahkan pihak bank dalam melakukan pengecekan.
  2. Perhatikan jenis agunan yang akan Anda gunakan. Pastikan surat-surat yang berhubungan dengan agunan tersebut lengkap. Agunan yang Anda pilih setidaknya juga harus seharga dengan jumlah pinjaman yang Anda ajukan. Dengan pertimbangan agunan yang mampu menutupi hutang tersebut, pihak bank akan semakin mempermudah Anda dalam pengajuan pinjaman tersebut.
  3. Bank akan memperhatikan track record Anda dalam melakukan pinjaman sebelumnya. Sebaiknya, jika sekarang Anda sekarang sedang dalam masa pinjaman, jangan sampai terkena kredit macet. Sehingga, ketika Anda melakukan pinjaman kembali, bank tidak akan mempermasalahkan hal tersebut. Ketepatan waktu dalam masa pembayaran saat ini akan menjadi pertimbangan besar bagi bank dalam mempercayakan pinjaman kembali kepada Anda. Jangan jadikan hal tersebut sebagai penghambat yang mempersulit Anda mendapatkan pinjaman.
  4. Sama seperti mengajukan proposal apapun, Anda harus membuat pihak yang Anda tuju tersebut percaya dan yakin kepada Anda. Pihak bank juga perlu keyakinan besar dari Anda untuk mempertimbangkan proposal pengajuan pinjaman tersebut. Jika Anda mengajukan pinjaman untuk usaha, yakinkan mereka bahwa prospek usaha Anda bagus dan dalam setiap bulannya mampu memenuhi kebutuhan cicilan tersebut bahkan mampu melunasinya lebih cepat.
  5. Jangan lupa tampilkan rasa nyaman dalam kepercayaan diri Anda ketika mengajukan pinjaman ini. Jangan sampai terlihat tegang. Pihak bank akan mewawancarai Anda untuk pinjaman tersebut, Anda harus menjawabnya dengan lancar. Jadi, yakin dan percaya diri dengan jawaban tersebut.
  6. Terakhir, Anda harus jujur dengan semua jawaban yang akan diberikan. Jangan sampai karena kebohongan Anda membuat pihak bank percaya dan akhirnya kebohongan itu mempersulit diri Anda sendiri dalam melakukan pembayaran.

Namun, kini bank sangat selektif memilih nasabah yang akan meminjam uang pada mereka. Mereka tidak hanya mewawancarai Anda tapi juga melakukan survey langsung ke rumah. Meminta bukti ini itu terutama mengenai usaha atau jenis pekerjaan Anda, sehingga Anda akan sulit membohongi mereka. Kejujuran yang pihak bank perlukan tujuannya agar Anda tidak mempersulit diri sendiri. Jadi, jangan takut untuk jujur.

Bagikan

Jangan lewatkan

Tips Penting Sebelum Anda mengajukan Pinjam Uang di tempat peminjaman uang
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.