Jumat, 10 Oktober 2014

Daftar Proyek Migas Senilai Rp. 88 Triliun

Berita Nusantara - Hari ini, Menko Perekonomian Chairul Tanjung yang juga menjabat Plt Menteri ESDM, meresmikan sejumlah proyek minyak dan gas. Nilai semua proyek tersebut mencapai US$ 7,388 miliar atau sekitar Rp 88 triliun.


Adapun proyek-proyek migas ini diresmikan dari Bojonegoro, Cepu, Jawa Timur. Di sana Chairul Tanjung yang akrab disapa CT meresmikan fasilitas Produksi Lapangan Banyu Urip Wilayah Kerja Blok Cepu.

Dalam peresmian ini, CT didampingi oleh Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo. Hadir juga dalam acara ini, Anggota Komisi VII DPR RI, Gubernur Jawa Timur dan Jawa Tengah, Pejabat Eselon I KESDM, Plt. Kepala SKK Migas, Kepala BPH Migas, Plt. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Utama PT PLN (Persero), Para Pimpinan Mobil Cepu Ltd, dan Direktur Utama PT Geo Dipa Energi.

Dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Rabu (8/10/2014), proyek yang diresmikan adalah:

1. Fasilitas Produksi Lapangan Banyu Urip Wilayah Kerja Blok Cepu
Bertindak sebagai operator Lapangan Banyu Urip adalah Mobil Cepu Ltd. (MCL) anak perusahaan ExxonMobil bermitra dengan PT Pertamina EP Cepu dan empat perusahaan milik pemerintah daerah, yaitu PT. Sarana Patra Hulu Cepu (Provinsi Jawa Tengah), PT Asri Dharma Sejahtera (Kabupaten Bojonegoro), PT Blora Patragas Hulu (Kabupaten Blora), dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (Provinsi Jawa Timur).

Puncak produksi minyak sebesar 165.000 barel per hari, dan kapasitas terpasang sebesar 185.000 barel per hari. Total Investasi proyek sebesar US$ 2,525 miliar. Pembangunan Fasilitas Produksi Lapangan Banyu Urip menciptakan lebih dari 12.700 kesempatan kerja dan kesempatan usaha bagi lebih dari 650 sub kontraktor.

2. Kilang LNG Donggi Senoro
Total sumber gas bumi untuk rencana Kilang LNG PT DSLNG sebesar kurang lebihg 335 mmscfd yang diperoleh dari Blok Senoro dan Blok Matindok, dengan kapasitas desain LNG sebesar 2 juta ton/tahun dan total investasi US$ 2,8 miliar.
Kepemilikan DSLNG terdiri dari PT Pertamina Hulu Energi, PT Medco LNG Indonesia, dan Sulawesi LNG Development Ltd.

3. PLTU di provinsi Nanggroe Aceh Darusalam, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat.
  • PLTU Nanggroe Aceh Darussalam-Nagan Raya Unit 1dan 2, kapasitas 2x110 megawatt (MW), untuk pasokan listrik terutama di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, dan potensi penghematan BBM sekitar 195 ribu kiloliter atau setara Rp 1,67 triliun per tahun
  • PLTU Kepulauan Riau-Tanjung Balai Karimun, kapasitas 2x7 MW, untuk pasokan listrik di Pulau Karimun, dan potensi penghematan BBM sekitar 24 ribu kiloliter atau setara Rp 212 miliar per tahun
  • PLTU Sumatera Barat-Teluk Sirih, kapasitas 2x112 MW, untuk pasokan listrik terutama di wilayah Sumatera Barat, dan potensi penghematan BBM sekitar 397 ribu kiloliter atau setara Rp 3,4 triliun per tahun
  • PLTU Lampung-Tarahan Baru Unit 1, kapasitas 100 MW, untuk pasokan listrik di wilayah Lampung, dan potensi penghematan BBM sekitar 177 ribu kiloliter atau setara Rp 1,5 triliun per tahun
  • PLTU 2 Jawa Barat-Pelabuhan Ratu, kapasitas 3x350 MW, untuk pasokan listrik terutama di wilayah Palabuhan Ratu, Jawa Barat bagian selatan, dan sistem Jawa Bali
  • PLTU 3 Jawa Timur-Tanjung Awar-Awar Unit 1, kapasitas 350 MW, untuk pasokan listrik di Jawa Timur dan sistem Jawa Bali pada umumnya
  • PLTU Sulawesi Selatan-Barru, kapasitas 2x50 MW, untuk pasokan listrik di wilayah Sulawesi Selatan, dan potensi penghematan BBM sekitar 177 ribu kiloliter atau setara Rp 1,5 triliun per tahun.
  • PLTU Sulawesi Tenggara-Kendari Unit 1, kapasitas 10 MW, untuk pasokan listrik terutama di wilayah Sulawesi Tenggara, dan potensi penghematan BBM sekitar 17 ribu kiloliter atau setara Rp 151 milyar per tahun
  • PLTU Lombok-Mataram NTB unit 3, kapasitas 25 MW, untuk pasokan listrik di wilayah Lombok, dan potensi penghematan BBM sekitar 44 ribu kiloliter atau setara Rp 379 miliar per tahun.

Sektor ketenagalistrikan telah memberikan kontribusi dalam penyediaan infrastruktur tenaga listrik khususnya di wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, dengan total daya sebesar 1.983 MW dan total investasi sebesar US$ 1,569 miliar.

4. PLTP Patuha (1x55 MW), Patuha, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Pengusahaan area Patuha dilaksanakan oleh PT Geo Dipa Energi, di Wilayah Kuasa Pengusahaan Sumber Daya Panasbumi Pengalengan. Total investasi Proyek PLTP Patuha sekitar US$ 144 juta. Saat ini PLTP Patuha 55 MW telah mulai proses sinkronisasi dengan jaringan PLN, dan diharapkan produksi listrik yang dihasilkan dapat meningkatkan kehandalan sistem jaringan transmisi listrik utama Jawa – Madura – Bali (Jamali) PLN.

5. Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Gresik-Semarang
Panjang Pipa gas 267 km, dengan kapasitas sebesar 500 mmscfd , dimulai dari Tambak Lorok, Semarang menuju Gresik, dengan investasi sebesar US$ 350 juta. Pipa Transmisi Gas Bumi Gresik Semarang merupakan Penghubung infrastruktur gas dari Barat ke Timur pulau Jawa sehingga menjadi 'energy hub' yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kemudian, ada 1 proyek, yaitu Pipa Transmisi Gas-Bumi Arun-Belawan yang masih dalam tahap penyelesaian dalam waktu dekat dan investasi proyek tersebut sebesar US$ 586,04 Juta.
Panjang Pipa gas kurang lebih 350 km, dimulai dari PT Arun LNG sampai dengan PLTGU Belawan. Kapasitas sebesar 300 mmscfd, dengan investasi sebesar USD 586,04 juta.

Pipa Transmisi Gas Bumi Arun-Belawan merupakan infrastruktur pengangkutan gas hasil regasifikasi Arun untuk memenuhi kebutuhan PLN (PLTGU Belawan) dan Industri di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Dengan dipenuhinya kebutuhan gas untuk PLTGU Belawan, diharapkan dapat mengatasi keterbatasan listrik di daerah Sumatera Utara, dan meningkatkan perkembangan industri di Aceh dan Sumatera Utara.

Diharapkan dengan diresmikannya proyek-proyek energi dan sumber daya mineral ini, dapat terwujud infrastruktur yang andal dan bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara, guna pembangunan berkelanjutan dan terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Sumber: Detik

Bagikan

Jangan lewatkan

Daftar Proyek Migas Senilai Rp. 88 Triliun
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.