.
Home » , » Nazaruddin: Mantan Ketua MK Terlibat Kasus Pembangunan Gedung MK

Nazaruddin: Mantan Ketua MK Terlibat Kasus Pembangunan Gedung MK

Nazar: Mantan Ketua MK Terlibat Kasus Pembangunan Gedung MK


bisnis
Kunjer.Com, JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games 2011, Muhammad Nazaruddin, kembali menuding pihak lain terlibat kasus. Kali ini, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu menyebut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie terlibat kasus pembangunan Gedung MK.
"Pembangunan Gedung MK itu penunjukan langsung. Sebelum dibangun, ada pertemuan Jimly, sekjennya, pengusahanya, dan anggota DPR. Itu di (Restoran) Bebek Bali. Tanya Pak Jimly, dia mau bohong apa enggak," kata Nazaruddin di Jakarta, Senin (2/4/2012).
Seperti biasanya, Nazaruddin tidak menjelaskan lebih detail soal tudingannya itu. Selain pembangunan Gedung MK, Nazaruddin menyebut proyek pemerintah lain yang menurutnya dikorupsi, antara lain pembelian pesawat Merpati, dua proyek pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan proyek pembangunan pusat pelatihan olahraga di Hambalang, Jawa Barat.
"Saya akan laporkan resmi lewat lawyer saya ke KPK. Mau enggak KPK menyelidiki? Atau semuanya direkayasa?" ujar Nazaruddin.
Secara terpisah, Jimly yang dihubungi wartawan melalui pesan singkat, mengatakan, tidak ada korupsi dalam pembangunan Gedung MK. Anggaran proyek pembangunan gedung itu pun relatif kecil. Nazaruddin, kata Jimly, hanya asal bicara saja.
"Coba tanyakan ke sekjen, pasti Nazar cuma asal nguap. Yang jelas Gedung MK dikenal sebagai gedung kebanggaan, contoh gedung dibangun tanpa korupsi. Karena itu, kontraktornya dapat penghargaan sebagai gedung paling banyak datangkan keuntungan bagi perusahaan di tahun 2006/2007. Gedung MK cuma 17 lantai, proyek relatif kecil anggarannya dibanding proyek-proyek lain," kata Jimly.
Bantu Share Artikel Ini-> :
 
Support : Komunitas Blogger Lampung | Artikel KBL
Copyright © 2011-2014. Blog Dewasa - All Rights Reserved | Privacy Policy | Rahasia Sukses
Template by Rhodoy | Contact
Proudly powered by Blogger