Home » , » Kabag Umum dan Distarkim Cianjur Korupsi Rp 10 miliar

Kabag Umum dan Distarkim Cianjur Korupsi Rp 10 miliar

Kabag Umum dan Distarkim Cianjur Korupsi Rp 10 miliar

bisnis
CIANJUR, Kunjer.com - Bupati Cianjur, Jawa Barat, Tjetjep Muchtar Soleh, hingga saat ini belum mengganti posisi dua orang tersangka kasus dugaan korupsi pada pos makan-minum Bupati Cianjur sebesar Rp 10 miliar. Kedua tersangka saat ini mendekam di LP Kebon Waru, Bandung.
Keduanya adalah Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Edi Iriana, dan Kepala Kantor Bagian Umum Heri Haeruman. Sekda Cianjur, Baharudin Ali, Sabtu (7/4/2012), membenarkan hal itu.
"Saat ini mungkin Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) bersama Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), sedang membahas posisi Kepala Distarkim," katanya.
Dia memastikan, pekan ini telah ada keputusan perihal tampuk pimpinan di dinas tersebut. Dinas Tarkim, jelas dia, tidak masuk dalam pembahasan berbarengan dengan mutasi yang dilakukan beberapa waktu lalu terhadap pejabat eselon II lainnya yang sudah dilantik.
"Alasannya, Edi tidak termasuk dalam daftar 21 orang pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Cianjur, yang diusulkan mendapatkan rekomendasi Gubernur Jawa Barat untuk diganti dalam kegiatan rotasi, mutasi, dan promosi," ucapnya.
Pasca penahanan Edi Iriana yang kemudian dijebloskan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar ke Lapas Kebon Waru Bandung, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh belum menunjuk pejabat pelaksana teknis (Plt). Akibatnya, pegawai di lingkungan Distarkim, harus bolak balik Cianjur-Bandung untuk mendapatkan tanda tangan Edi Iriana.
"Terserah kebijakan masing-masing pemerintah daerah. Belum adanya penunjukan pejabat Plt atau penggantian Kepala Dinas Tarkim, jangan dikaitkan dengan isu apa-apa. Kita harus benar-benar matang dalam menentukan suatu kebijakan, dengan tidak menghilangkan asas praduga tak bersalah," ujarnya.
Sementara itu, berbagai kalangan menilai belum terisinya dua jabatan kepala di dua kantor tersebut, menghambat kinerja aparatur pemerintahan. Mereka meminta Bupati Cianjur segera menunjuk pengganti.
Bantu Share Artikel Ini-> :

Mohon luangkan sedikit waktu untuk memberikan Komentar

 
Support : Komunitas Blogger Lampung | Artikel KBL
Copyright © 2011-2014. Artikel Terbaru - All Rights Reserved | Privacy Policy | Redaksi
Template by Rhodoy | Contact
Proudly powered by Blogger